DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA JARAK KELAHIRAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA REMAJA DI DESA GEBUGAN KABUPATEN SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ratmana, Desi
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2020-01-21 00:49:19 
Abstract :
Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Diikuti perkembangan psikologinya terganggu ketikaberusia 17 tahun. Diperoleh bahwa remaja yang terhambat pertumbuhannya lebih tinggi tingkat kecemasan, gejala depresi, dan memiliki hargadiri (self esteem) yang rendah dibandingkan remaja yang tidak terhambat pertumbuhannya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian stunting pada remaja di Desa Gebugan Kabupaten Semarang. Studi yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelit ini seluruh remaja yang ada di Desa Gebugan sebanyak 929 remaja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan didapatkan 68 sampel.Data diperoleh melalui kuesioner untuk mengetahui identitas responden, pengukuran berat badan menggunakan microtoice, dan timbangan injak. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian terdapat 29 (42,6%) responden yang mengalamistunting dan yang tidak mengalami stunting sebanyak 39 (57,4%) jarak kelahiran dekat menunjukkan bahwa sebanyak 36 responden (52,9%), dan responden yang memiliki jarak kelahiran jauh yaitu sebanyak 32 responden (47,1%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian stunting pada remaja di Desa Gebugan Kabupaten Semarang dengan nilai (p value = 0,042
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo