Abstract :
Pola pemberian makan merupakan perilaku seseorang yang
dapat mempengaruhi status gizi Pola makan dapat memberikan gambaran asupan
gizi mencakup jenis, jumlah, dan jadwal dalam pemenuhan nutrisi Pola pemberian
makan balita akan berpengaruh terhadap kesehatan dimasa depan Prinsip
kebutuhan nutrisi setiap usia berbeda-beda. Anak pada usia 1?3 tahun bersifat
konsumen pasif, kebutuhan nutrisi anak usia 1-3 tahun tergantung pada nutrisi
yang disediakan oleh ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
pola pemberian makan balita dengan status gizi di posyandu karang jati
kecamatan bergas
Metode: penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah 47 ibu yang mempunyai
balita dan 47 balita usia 12-60 bulan diposyandu karang jati kecamatan
bergas.dengan jumlah sampel sebanyak 47 responden. Adapun teknik sampling
menggunakan total sampling. alat pengumpulan data menggunakan kuesioner
pola pemberian makanan dan Timbangan digital/dancing untuk mengukur BB uji
statistik dianalisis dengan uji chi-square (x2
) dengan taraf signifikan (?) = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan gambaran pola pemberian makan pada balita di
posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar
kategori baik dengan jumlah 29 orang (61,7%) gambaran status gizi pada balita di
posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar
kategori status gizi baik dengan jumlah 37 orang (78,72%)Uji chi-square
menunjukkan nilai ? = 0,002 > dari nilai ? 0,05 ada hubungan antara pola
pemberian makan balita dengan status gizi.
Kesimpulan : ada hubungan antara pola pemberian makan balita dengan status
gizi.Diharapkan kepada ibu dalam memberikan pola makan memperhatikan
upaya-upaya untuk meningkatkan pola makannya, dengan memberikan makanan
yang unik untuk menarik perhatian balita(bergizi).