Abstract :
ASI merupakan makanan terbaik karena mengandung semua
zat gizi dengan jumlah dan komposisi ideal yang dibutuhkan oleh bayi.
Ketidaklancaran produksi ASI pada hari pertama melahirkan dapat disebabkan
oleh kurangnya rangsangan hormone oksitosin yang sangat berperan dalam
produksi ASI. Ditempat penelitian upaya yang diberikan untuk melancarkan
produksi ASI hanya memberikan obat pelancar ASI, upaya nonfarmakologis
untuk melancarkan produksi ASI yang salah satunya dengan pijat oksitosin belum
pernah diberikan sehingga hal tersebut mendorong ibu untuk memenuhi
kebutuhan bayinya dengan memberikan susu formula karena pada sebagian ibu
tidak suka minum obat.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran
produksi ASI pada ibu post partum di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Amanda
Oku Timur.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis metode Quasi Eksperimen dengan
pendekatan pre eksperiment yaitu one group pretest dan posttest design. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum sebanyak 30 responden pada
bulan Juni. Sampel pada penelitian ini sebagian dari jumlah populasi 15
responden ibu post partum 2 hari yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, instrumen
pengumpulan data lembar observasi, uji statistic yang digunakan Wilcoxon
Matched Pairs Signed Test, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2023.
Hasil : Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p-
value pada frekuensi menyusui bayi dan frekuensi BAK bayi sebesar 0,001, pada
? 5% yang artinya p-value < ?. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Klinik
Umum dan Rumah Bersalin Amanda Oku Timur.
Kesimpulan : Berdasarkan analisa yang telah dilakukan pijat oksitosin efektif
untuk kelancaran produksi ASI. Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran
produksi ASI, karena ada perbedaan yang signifikan antara kelancaran produksi
ASI sebelum dan setelah perlakuan. Saran agar petugas kesehatan khususnya
bidan dapat mensosialisasikan manfaat pijat oksitosin sebagai upaya melancarkan
produksi ASI.