Abstract :
Angka kejadian pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan
Bawen yang meliputi 9 Desa/Kelurahan dengan jumlah 26 kejadian pernikahan
dini dari tahun 2022 sampai dengan triwulan pertama di tahun 2023. Desa yang
mendominasi angka kejadian pernikahan dini tertinggi di kecamatan Bawen
adalah Desa Lemah ireng yaitu sebanyak 6 kejadian pernikahan dini di kecamatan
Bawen terjadi di Dusun Krajan, Desa Lemahireng.
Tujuan Penelitian: Mengetahui Perbedaan Sikap Remaja Perempuan terhadap
Pernikahan Dini Sebelum dan Sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment
Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan Pre-Eskperimental One-Group
Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah remaja perempuan usia 11-14
tahun sebanyak 115 dengan sampel sebanyak 20. Analisis univariat yang
digunakan dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan sebaran data dalam
bentuk tabel, Analisis Bivariat menggunakan Analisis data dengan uji statistik
Wilcoxon Signed Rank Test .
Hasil: hasil analisis data menggunakan Wilcoxon Signed rank test didapatkan nilai
signifikan p value = 0,011 < a 0,05. dari data yang diperoleh maka disimpulkan
terdapat Perbedaan Sikap Remaja Perempuan terhadap Pernikahan Dini Sebelum
dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan.
Kesimpulan: hasil penelitian yang dilakukan tentang Perbedaan Sikap Sebelum
dan Sesudah Pendidikan Kesehatan terdapat perbedaan sikap remaja perempuan
terhadap pernikahan dini sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.
Saran : kepada peneliti selanjutnya yang ingin melanjutkan penelitian ini objek
penelitian ini diharapkan dapat di perluas sehingga mendapatkan hasil yang lebih
baik