Abstract :
Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI Eksklusif tahun
2021 sebesar 56,9% dibandingkan tahun 2020 sebesar 66,06% yang artinya
terjadi penurunan sekitar 9.46% (Kemenkes RI, 2022) . Cakupan ASI Eksklusif di
Kabupaten Semarang tepatnya di Kecamatan Bawen tahun 2022 pada bulan
februari sebanyak 52 % Tetapi pada bulan agustus angka cakupan ASI Eksklusif
mengalami penurunan menjadi 48,2% sehingga belum mencapai target yang di
tetapkan tahun itu.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi
pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Bawen.
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, Populasi dalam
penelitian ini ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan yang berjumlah 54, teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling, alat pengumpulan data
menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan chi square.
Hasil : Analisis univariat di peroleh sebagian besar ibu berpendidikan menengah
(53,7%), berpengetahuan baik (59,3%), bekerja (61,1%), mendapat dukungan
suami yang baik (53,7%), mendapat dukungan tenaga kesehatan yang cukup
(46,3%), dan kepercayaan diri rendah (51,9%). Analisi bivariat diperoleh ada
hubungan yang signifikan antara Pendidikan ibu ( p<0,001, OR= 0,034 ),
pengetahuan (p<0,001, OR= 0,072), pekerjaan ( p<0,001 OR=0,117), dukungan
suami (p<0,002 OR=0,166), dukungan tenaga kesehatan (p< 0,001), kepercayaan
diri (p<0,001 OR= 0,010) dengan pemberian ASI Eksklusif.
Simpulan : Dapat disimpulkan bahwa dukungan suami adalah variabel yang
paling berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas
Bawen. Bagi suami atau keluarga diharapkan meningkatkan dukungan pada
dukungan emosional dengan cara melibatkan suami dan keluarga dalam
pemberian ASI, meningkatkan kecintaan suami terhadap istrinya dengan kelas-
kelas menyusui pasutri.