Abstract :
AKDR merupakan salah satu cara efektif yang sangat
diprioritaskan pemakaiannya oleh BKKBN, karena tingkat keefektifitasannya
yang tinggi. KB AKDR di Indonesia pada tahun 2022 angka penggunaanya masih
sangat sedikit yaitu 8,35%. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Desa
Bringin dari 1011 peserta KB aktif penggunaan kontrasepsi yang tertinggi adalah
KB suntik dengan 334 akseptor dan AKDR berada di urutan ke empat dengan
jumlah 143 akseptor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
karakteristik akseptor KB AKDR di Desa Bringin Kabupaten Semarang.
Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan cross seccional. Populasi adalah seluruh akseptor KB AKDR di Desa
Bringin sebanyak 143 responden, teknik pengambilan sampling menggunakan
teknik total sampling dengan jumlah 143 responden, instrumen yang digunakan
adalah data rekam medis, analisis menggunakan distribusi frekuensi.
Hasil : Analisis univariat didapatkan hasil gambaran karakteristik akseptor KB
dari 143 responden sebagian besar dengan usia 20-35 tahun sebanyak 75
responden (52,4%), pendidikan menengah sebanyak 115 responden (80,4%), dan
multipara sebanyak 119 responden (83,2%),.
Kesimpulan dan saran : Gambaran karakteristik akseptor KB AKDR di Desa
Bringin adalah usia reproduksi sehat (20-35 tahun), pendidikan menengah (SMA),
dan multipara. Tenaga kesehatan mempertahankan keaktifannya dalam melakukan
kegiatan promotif.