Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang : Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat
kelahiran bayi baik spontan maupun menggunakan alat. Ruptur perineum dapat
mengakibatkan perdarahan, infeksi luka jahitan dan ISK. Faktor terjadinya ruptur
perineum antara lain adalah paritas dan berat badan bayi lahir. Berdasarkan studi
pendahuluan di BPM Kusdarwati Balikpapan dimana didapat jumlah ibu bersalin dari
1 Januari sampai dengan 30 Juni 2023 yaitu 98 responden yang mengalami rupture
perineum 40 ibu bersalin. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Hubungan Paritas Ibu
Dan Berat Badan Bayi Lahir Dengan Kejadian Ruptur Perineum Ibu Bersalin di BPM
Kusdarwati Balikpapan.
Metode : Jenis penelitian ini analitik observasional dengan menggunakan pendekatan
cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan teknik fixed disease sampling.
Jumlah sampel 79 ibu bersalin normal. Pengumpulan data diperoleh dengan data
sekunder yang diperoleh dari rekam medik PMB Bidan Kusdarwati selanjutnya
dianalisa menggunakan uji chi square.
Hasil : hampir setengah dari responden didapatkan dari 79 ibu bersalin paritas ibu
bersalin beresiko sebanyak (43,0%), setengah dari responden dengan berat bayi lahir
beresiko sebanyak (50,6%) dan sebagian dari responden ibu mengalami ruptur
perineum, jumlahnya sebanyak (50,6%). Hasil penelitian menunjukkan Terdapat
hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian ruptur perineum dengan nilai
p-value 0,000 < ? (0,05) dan Terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan
bayi lahir dengan kejadian ruptur perineum p-value 0,000 < ? (0,05).
Simpulan : Penelitian terbatas meneliti dari segi paritas ibu dan berat badan bayi lahir.
Diharapkan dapat meneliti faktor lain yang mendukung terjadinya ruptur perineum
seperti perineum kaku, jaringan parut, oedema pada perineum dan posisi meneran.
Kata Kunci : Paritas Ibu, Berat Badan Bayi, Ruptur Perineum