Abstract :
Latar Belakang: Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) wajib dilakukan
oleh ibu hamil sebanyak enam kali selama masa kehamilan. Banyak factor yang
mempengaruhi tingkat kunjungan ibu hamil. Kunjungan pertama (K1) murni
(kunjungan pada usia kehamilan 0-12 minggu) belum mencapai 100% di kabupaten
Belu, maupun di Puskesmas kota.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran ibu hamil yang tidak melakukan KI murni
di Puskesmas Kota Atambua, mengetahui ibu hamil yang tidak melakukan KI murni
berdasarkan Usia Reproduksi di Puskesmas Kota Atambua dan untuk mengetahui
ibu hamil yang tidak melakukan KI murni berdasarkan paritas
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan
?cross sectional? jumlah populasi 103 ibu hamil, pengambilan sampel secara Total
Sampling. 103 ibu hamil.
Hasil Penelitian: Dari 103 ibu hamil yang tidak melakukan K1 murni berdasarkan
usia reprodusi terdapat 26 (25,24%) yang reproduksi tidak sehat. dan dari 103 ibu
hamil yang tidak melakukan K1 murni berdasarkan usia reproduksi terdapat 77
(74,74 %) yang reproduksi sehat. Berdasarkan data kohort, ditemukan ibu hamil
yang tidak melakukan K1 murni paling banyak pada usia reproduksi sehat (20-
<35 tahun) yaitu 77 orang (74.75%), dan dari dari 103 ibu hamil yang tidak
melakukan KI murni berdasarkan paritas terdapat sebanyak 62 orang (60.19%)
dengan multipara. Pada primipara yang tidak melakukan K1 murni adalah 36 orang
(34.95%) dan grande multipara 5 orang (4.85%)
Simpulan: Ditemukan bahwa paling banyak ibu yang tidak melakukan K1 murni
adalah ibu pada usia reproduksi sehat dan paritas multipara.
Kata Kunci: ibu hamil, K1 murni, usia, paritas