DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN DALAM PENGIRIMAN LAPORAN KIA KE DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELU PERIODE JANUARI – DESEMBER 2021
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Fernandez, Maria Isabella
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2024-02-19 16:21:47 
Abstract :
Latar Belakang : Pengumpulan data, agregasi data, analisis dan sintesis data, komunikasi, dan pemanfaatan data adalah empat tugas utama yang dilakukan oleh sistem informasi kesehatan (Herawati dan Purnomo, 2016). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan dari data yang tersedia di bidang pelayanan kesehatan disebut statistik. (2017) Hosizah & Maryati). Database kesehatan harus dapat menyampaikan informasi secara akurat, representatif dan berwibawa karena merupakan database (Anissa, 2019). Menurut Edy Widodo (2019), penelitian lain menunjukkan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan paket ke Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan adalah 20%. Beban kerja koordinator pengelola data kategori cukup 60%, dukungan pelaksana program kategori puskesmas kurang dari 63,3%. Dari hasil penelitian tersebut, ada keterkaitan antara koordinator program pendataan dengan waktu penyampaian laporan ke dinas kesehatan wilayah Grobogan. Tujuan Penelitian : Tantangan yang penulis ajukan adalah: ?Bagaimanakah Deskripsi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pengiriman Laporan KIA ke Kabupaten Belu?? berdasarkan uraian yang diberikan di atas.?? Metode : Analisis yang dimaksud menggunakan jenis analisis yang ketat. Menurut Sugiyono (2012), penelitian kualitatif digunakan untuk mengevaluasi situasi dimana objek mudah dipahami. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Kepala Puskesmas (2orang), Bidan Koordinator (2 orang ) Petugas SIKDA ( 2 orang ). metodologi atau prosedur pengolahan data kualitatif dapat diterapkan dalam tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil : Walaupun laporan KIA masih dilakukan secara manual setiap bulannya, observasi dan perbincangan dengan peneliti mengungkapkan bahwa lingkungan kerja di Puskesmas Atambua Selatan dan Puskesmas Halilulik tidak ada kaitannya dengan keterlambatan penyampaian laporan ke Puskesmas maupun ke Dinas Kesehatan. Kesimpulan : keterlambatan pengiriman laporan bulanan KIA ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belu bukan karena kurangnya fasilitas kerja di kedua puskesmas tersebut 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo