Abstract :
Diare merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia karena
Indonesia termasuk negara berkembang dengan tingkat morbiditas dan mortilitas
yang cukup tinggi. Diare merupakan defekasi sebanyak empat atau lebih dalam 24
jam dengan tinja lembek atau cair. Diare lebih sering menyerang anak-anak
dikarenakan masih lemahnya sistem kekebalan tubuh mereka yang menyebabkan
anak-anak rentan terhadap infeksi saluran pencernaan. Diare dapat dicegah dan
diatasi dengan cara pemenuhan nutrisi pada bayi untuk membentuk kekebalan
tubuh yang berguna bagi pencernaan. Salah satu cara pemenuhan nutrisi pada bayi
dengan pemberian ASI yang mengandung banyak antibodi yang diperlukan bayi.
Tujuan dari penulisan ini salah satunya yaitu untuk memberikan gambaran atau
penjelasan mengenai pengelolaan diare pada bayi dengan gastroenteritis di ruang
Stamford Charlie Hospital Kendal.
Metode penelitian deskriptif menggunakan rancangan studi kasus dengan
pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, merumuskan diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada bayi dengan diare di
Charlie Hospital Kendal. Teknik pengambilan data dengan cara wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Pengelolaan diare dilakukan selama 3 hari dengan
rencana keperawatan yaitu manajemen diare dan konseling laktasi. Kemudian
mendapatkan hasil akhir bayi BAB 2x dengan konsistensi sudah tidak terlalu cair
dengan bau sudah tidak terlalu menyengat.
Berdasarkan tindakan keperawatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa masalah diare pada bayi dapat teratasi. Penulis berharap keluarga bisa
memberi dukungan dan perawatan secara baik dan optimal pada anggota
keluarganya yang sakit dengan cara melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS), terutama pada ibu saat akan memberikan ASI kepada bayinya harus
memperhatikan kebersihan terutama cuci tangan dan membersihkan payudara
sebelum dan sesudah memberikan ASI.