Abstract :
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia mengakibatkan peningkatan
angka kecelakaan jalan raya dan fraktur femur merupakan salah satu trauma yang
sering terjadi pada korban kecelakaan. Fraktur femur dapat menyebabkan nyeri
yang signifikan dan mempengaruhi aktivitas harian pasien. Oleh karena itu,
pengelolaan nyeri yang adekuat setelah operasi menjadi penting untuk
memastikan pemulihan yang optimal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan metode
pengelolaan deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui convenience sampling, di
mana pasien dengan gangguan nyeri akut pada post ORIF yang setuju untuk
diwawancarai dan mampu berkomunikasi menjadi subjek penelitian. Data
dikumpulkan melalui pengkajian kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi
keperawatan, dan evaluasi keperawatan pada pasien dengan gangguan nyeri akut
pada post ORIF di RSUD Pandan Arang Boyolali.
Penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber
informasi untuk memastikan keabsahan data. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan panduan pengelolaan yang efektif dalam mengatasi gangguan nyeri
akut pada pasien post ORIF. Penulis menggunakan manajemen nyeri
farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri pasien pasca operasi
ORIF close fraktur femur. Teknik distraksi digunakan sebagai salah satu metode
nonfarmakologis untuk mengalihkan perhatian pasien dari nyeri. Selain itu,
manajemen farmakologi yang mencakup penggunaan obat-obatan yang sesuai
juga dianalisis. Hasil yang didapatkan yaitu masalah nyeri belum teratasi.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan
pengelolaan gangguan nyeri akut pada post ORIF di RSUD Pandan Arang
Boyolali. Dengan memberikan perawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat
memperoleh pemulihan yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka.