Abstract :
Latar Belakang : Masa dewasa awal adalah periode penyesuaian diri terhadap pola-pola
kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Mahasiswa termasuk dalam masa transisi
dari remaja ke dewasa. Masa ini mahasiswa menghadapi masalah didewasa awal yaitu Quarter
Life Crisis, dapat diartikan sebagai perasaan yang muncul saat individu mencapai usia pertengahan
20-an tahun, dimana terdapat rasa takut, cemas mengenai kelanjutan hidup, merasa ragu atas
kemampuan diri. Quarter Life Crisis dapat dilalui apabila mahasiswa memiliki self efficacy tinggi
yang mana dapat mengetahui kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi masalah tersebut.
Tujuan : Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan quarter life
crisis pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Ngudi Waluyo.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada
penelitian ini sebanyak 59 responden serta sampel pada penelitian ini ditentukan dengan purposive
sampling dengan responden yang memenuhi kriteria berjumlah 55 responden. Alat ukur pada
penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian yang digunakan adalah chi-square.
Hasil : Analisis data penelitian yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukan
responden yang mengalami self efficacy rendah sebanyak 31 responden (56,4) dan responden yang
mengalami quarter life crisis tinggi sebanyak 36 responden (65,5%).
Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self efficacy dengan
quarter life crisis pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Ngudi Waluyo.
Saran : Bagi peneliti diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi yang berhubungan
dengan self efficacy dan quarter life crisis.
Kata Kunci : Dewasa, Self Efficacy, Quarter Life Crisis.