Abstract :
Latar Belakang: Kolik abdomen dan dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang
sering terjadi. olik abdomen disebabkan oleh kontraksi otot usus yang berlebihan,
sedangkan dyspepsia disebabkan oleh nyeri ulu hati, mual, dan muntah untuk mengurangi
nyeri dapat menggunakan teknik menejemen nyeri nafas dalam yang dapat
merelaksasikan kondisi tubu dan kompres hangat yang dapat meningkatkan kenyamanan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi kompres hangat dan nafas
dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien kolik abdomen dan dispepsia.
Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pre-experimental one group pre-post
test. Dilakukan pada 36 responden di RS Islam Wonosobo. Tingkat nyeri diukur sebelum
dan setelah intervensi dengan menggunakan uji analisa paired t test dengan jumlah
sample yang digunakan adalah sebanyak 19 sample pasien dyspepsia dan 17 sample
pasien kolik abdomen
Hasil: terdapat perubahan tingkat nyeri dari nyeri ringan sebanyak 6 (35,3%) dan nyeri
sedang 11 (64,7%) menjadi 1 (5,9%) responden tidak nyeri dan 13 (76,5%) nyeri ringan
dan nyeri sedang sebanyak 3 17.6%) pada responden dnegan kolik abdomen dan nyeri
ringan sebanyak 6 (31,6%) dan nyeri sedang 13 (68,4%) sedangkan pada nyeri yang
dirasakan setelah dilakukan menejemen nyeri sebanyak 17 (89,5%) responden nyeri
Ringan dan 2 (10,5%) nyeri sedang pada pasien dyspepsia Terjadi penurunan skala nyeri
yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,05) sehingga dapat diartikan terdapat
pengaruh kombinasi tindakan menejemen nyeri kompres hangat dan nafas dalam
mengurangi skala nyeri yang di rasakan pada pasien medis kolik abdomen secara
signifikan dalam penelitian ini
Kesimpulan: Kombinasi kompres hangat dan nafas dalam efektif dalam menurunkan
skala nyeri pada pasien kolik abdomen dan dispepsia.
Saran : Penggunaan teknik kombinasi kompres hangat dan nafas dalam dapat digunakan
pada pasien kolik abdomen dan pasien dyspepsia
Kata Kunci: Kolik abdomen, dispepsia, kompres hangat, nafas dalam,tingkat nyeri
Kepustakaan : 2012-2023