Abstract :
Minyak biji labu kuning memiliki kandungan senyawa
metabolit yang dapat digunakan sebagai sediaan antiaging akibat paparan sinar
UV. Minyak biji labu kuning dapat diformulasikan sebagai sediaan kosmetika
antiaging. Tujuan penelitian ini menganalisis aktivitas antioksidan minyak biji
labu kuning dan memformulasikan minyak biji labu kuning sebagai sediaan krim
antioksidan pencegah antiaging.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
pembuatan minyak biji labu kuning menggunakan metode soxhletasi. Formula
dibuat dalam 3 seri dengan konsentrasi minyak biji labu kuning yang
diformulasikan dalam sediaan krim, F1 2,5%, F2 5% dan F3 10% kemudian diuji
mutu fisiknya saat awal dan setelah cycling test meliputi organoleptis,
homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Analisis data antioksidan
minyak biji labu kuning dilakukan secara deskriptif dengan mendeskripsikan data
kemudian diolah dan dianalisis untuk menggambarkan data yang telah terkumpul.
Analisis data mutu fisik sediaan krim menggunakan ANOVA satu jalan dengan
melakukan pengujian hipotesis perbedaan rata-rata kelompok sampel.
Hasil Penelitian: Minyak biji labu kuning memiliki nilai IC50 108,602 ppm dan
mengandung senyawa metabolit flavonoid, saponin dan terpenoid. Pengujian
mutu fisik sediaan krim secara organoleptis, krim bentuk semi padat, berwarna
putih, berbau khas basis krim. Sediaan krim memiliki rentang pH 7,23±0,039-
7,83±0,022, rentang daya sebar 5,4±0,261 cm - 6,6±0,125 cm, rentang daya lekat
3,3±0,471detik - 4,6±0,471detik dan rentang viskositas 7,626±150,85 cps-
9,120±481,11 cps.
Kesimpulan: Minyak biji labu kuning memiliki aktivitas antioksidan kategori
sedang dengan nilai IC50 108,602 ppm. Sediaan krim minyak biji labu kuning
memenuhi persyaratan mutu fisik.