Abstract :
Latar belakang : Pemasangan infus biasanya di lakukan setelah anak di nyatakan harus
rawat inap. Selain nyeri, infus juga dapat menyebabkan infeksi hal ini menimbulkan trauma
dan stress yang membuat anak menolak suntikan. Perawat harus menunjukan perilaku caring
dalam segala tindakannya ketika memberikan asuhan. Sikap caring perawat menjadi salah
satu alternatif untuk mengatasi kecemasan pada orang tua karena hospitalisasi.
Metode: Metode penelitian kuantitatif, penelitian deskriptif korelasional merupakan desain
penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 48 orang tua yang anaknya
yang di lakukan pemasangan infus di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, teknik
menggunakan accident sampling,instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS dan
kuesioner caring.
Hasil : Hasil dari penelitian ini di dapatkan bahwa di ruang anak di RSUD Sultan Imanuddin
Pangkalan bun terdapat 37 responden (77,1%) mengalami cemas sedang. Sebagian besar
caring perawat masih kategori baik, caring tinggi 36 Responden (75%). Hasil uji korelasi
spearman rank didapatkan nilai p = 0,029. Nilai signifikansi p < 0,05.
Kesimpulan : Ada hubungan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua
terhadap pemasangan infus.
Kata Kunci: Caring Perawat, Pemasangan Infus, Kecemasan Orang Tua.
Daftar kepustakan : 26 (2019-2023)