Abstract :
Latar belakang : Acute soronary syndrome (ACS) terjadi karena adanya sumbatan oleh
penumpukan lipid dalam dinding pembuluh darah yang berkembang menjadi plak
arterosklerosis.Manifestasi klinis yang sering dirasakan adalah nyeri dada. Penyebab nyeri yang
sering dialami pasien acute coronary syndrome yakni pada saat batuk,bersin, mengejan atau
seperti hendak buang air besar. Beberapa aktivitas tersebut biasanya disebut dengan valsava
manuver. Pada proses valsava manuver akan mengakibatkan penurunan aliran darah ke jantung
dan tekanan darah disertai sesak nafas dan keringat dingin sehingga hal ini akan semakin
memperberat fungsi jantung
Tujuan: pengaruh edukasi pencegahan valsava manuever terhadap nyeri Pada Pasien Acute
Coronary Syndrome (ACS)
Metode : metode penelitian quasy experimental design dengan rancangan pretest-postest control
group design.Penelitian ini dilakukan di Ruang Icu RSUD Dr. Gondo Suwarno dengan populasi
31 Pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) dengan menggunakan teknik total sampling.
Pengambilan data menggunakanNumerical Rating Scale (NRS).Analisa bivariat menggunakan uji
t independent
Hasil : nyeri sebelum dan sesudah edukasi manuver valsava pada kelompok intervensi sebagian
besar mengalami nyeri sedang dan pada kelompok kontrol mengalami nyeri berat. Hasil uji t
independent didapatkan tidak ada pengaruh yang signifikan edukasi pencegahan valsava manuever
terhadap nyeri pada pasien acute coronary syndrome (ACS) Di Ruang Icu RSUD Dr. Gondo
Suwarno dengan nilai p value 0,097
Saran : diharapkan perawat dapat memberikan dan mengajarkan cara menurunkan nyeri yang
lebih efektif dan mudah dilakukan seperti relaksasi nafas dalam,dan intervesni pilihan lainnya
Kepustakaan : 73(2017-2023)
Kata kunci : edukasi,valsava manuever, nyeri, Acute Coronary Syndrome