Abstract :
Latar Belakang : Operasi adalah salah satu tindakan medis yang membutuhkan
persiapan mental dan fisik karena dapat menyebabkan kecemasan. Berdasarkan survei
data awal di RSU Balikpapan Baru didapatkan banyak pasien mengalami kecemasan
sebelum operasi. Relaksasi otot progresif dan napas dalam mampu menurunkan
kecemasan dikarenakan merilekskan otot-otot yang tegang dan memberikan
kenyamanan. Tujuan penelitian untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh kombinasi
teknik relaksasi otot progresif dan nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pre
operasi di RSU Balikpapan Baru.
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian pre experimental dengan pendekatan
one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien pre
operasi di RSU Balikpapan Baru dengan rata-rata selama bulan September-November
2023 sebanyak 84 pasien. Jumlah sampel sebanyak 46 pasien. Pengambilan sampel
penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner
The Amsterdam Pre Operative Anxiety and Information Scale (APAIS). Analisa data
dilakukan dengan menggunakan analisis Uji Wilcoxon.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan skor rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan
setelah dilakukan kombinasi teknik relaksasi otot progresif dan napas dalam
mengalami penurunan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test dengan nilai
p-value sebesar 0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian kombinasi
relaksasi otot progresif dan nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi
di RSU Balikpapan Baru.
Simpulan : Kombinasi teknik relaksasi otot progresif dan napas dalam berpengaruh
terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi. Diharapkan perawat mampu
melakukan kombinasi relaksasi otot progresif dan nafas dalam sebagai salah satu
intervensi keperawatan untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi.
Kata Kunci : otot progresif, nafas dalam, kecemasan