Abstract :
Latar Belakang : Berdasarkan hasil Studi Pendahuluan yang di lakukan pada
tanggal 3 November 2023 di Ruang Kamar Bedah Rumah Sakit Umum Balikpapan
Baru. Pada 10 pasien Pre Operasi di dapatkan 5 dari 10 pasien Pre Operasi merasa
cemas dengan tindakan operasi yang akan dilakukan. Dan setelah perawat
melakukan komunikasi terapeutik didapatkan 2 dari 10 pasien pre operasi merasa
cemas.
Tujuan penelitian : Menganalisa Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat
dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Kamar Bedah Rumah Sakit
Umum Balikpapan Baru.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 186 orang. Teknik pengambilan
data adalah teknik Accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 127 orang.
Instrument penelitian adalah kuisioner (Apais dan Sigalingging), dan dinyatakan
valid. Analisa data menggunakan analisis Korelasi Spearman
Hasil Penelitian : Nilai rata-rata persentase komunikasi terapeutik perawat baik
sebanyak 54 oeang (42,5%), sedangkan nilai rata-rata total skor kecemasan pasien
sedang sebanyak 38 orang (29,9%). Berdasarkan hasil Penelitian ini diperoleh hasil
uji korelasi Spearman Rho yang menunjukkan p value sebesar <0,001 (p <0,05).
Nilai koefisiensi korelasi yaitu sebesar 0,522 menunjukkan korelasi positif dengan
kekuatan hubungan kuat.
Simpulan : Ada Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat
Kecemasan Pasien Pre Operasi.
Saran : Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan
wawasan bagi pasien pre operasi terkait berbagai cara dalam menurunkan
kecemasan pre operasi khususnya melalui komunikasi terapeutik.
Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Tingkat Kecemasan, Pre Operasi