Abstract :
Latar belakang: Sirkumsisi merupakan tindakan pembedahan untuk membuang
prepusium penis untuk tujuan tertentu, baik medis, sosial maupun religious. Ketika anak
menghadapi prosedur sirkumsisi, kecemasan menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Penyebab kecemasan ini dapat ditemukan dalam rasa nyeri dan ketakutan selama proses
sirkumsisi.Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran tingkat kecemasan anak
yang melakukan sirkumsisi di rania care bandungan. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif, dengan. pengambilan sampel non-probability dengan
metode total sampling sebanyak 20 anak. Pengumpulan data dengan menggunakan alat
ukur kecemasan FAS (face Anxiety Scale). Hasil: Menunjukkan Tingkat kecemasan anak
yang melakukan sirkmumsi di Rania Care Bandungan mengalami kecemasan kategori
tidak cemas sebanyak 15 anak (75%) , kecemasan kategori cemas ringan sebanyak 4 anak
(20%), dan kecemasan kategori cemas sedang sebanyak 1 anak (5%). Simpulan:
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sirkumsisi berumur 11-12 tahun,
berpendidikan SD/sederajat memiliki tingkat kecemasan kategori tidak cemas. Pada usia
sekolah, anak sudah mulai banyak komunikasi dengan teman sebayanya dan pada masa
inilah, anak suka untuk bercerita seputar sirkumsisi ketika akan melaksanakan sirkumsisi.
Kata kunci: Tingkat Kecemasan, Sirkumsisi, Anak