Abstract :
Latar Belakang : Pengguna media sosial kini menempati berbagai kelompok.
Remaja, dewasa, orang tua, dan bahkan anak-anak melek media sosial. Banyak
remaja menghabiskan waktu mereka online di media sosial bahkan di malam
hari. Hal ini dapat mengganggu proses tidur dan menurunkan kualitas tidur
dimana kualitas tidur yang buruk akan mengakibatkan berbagai gangguan
keseimbangan fisiologis seperti penurunan aktivitas sehari-hari, merasa lelah,
lemah, kondisi neuromuskular yang buruk, daya tahan tubuh menurun. Penelitian
ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur
pada remaja di SMKN 1 dan SMPN Satap 5 Bulik Timur Desa Pedongatan
Kalimantan Tengah
Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional, pengumpulan data berdasarkan data primer berupa
kuesioner. Sampel 83 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian
dianalisis menggunakan analisa univariat dan uji Chi Square
Hasil : Mayoritas responden adalah perempuan (63,9%) mayoritas berusia 16
tahun (31,3), pendidikan mayoritas SMA (62,7%). Penggunaan media sosial
termasuk kategori tinggi yaitu sebanyak 64 responden (77,1%), kualitas tidur
remaja di Desa Pedongatan mayoritas adalah kualitas tidur dalam kategori buruk
yaitu sebanyak 62 responden (74,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara
penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada pada remaja di SMKN 1 dan
SMPN Satap 5 Bulik Timur dengan nilai ? value 0,002 ( ? < 0,05 ).
Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara
penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada pada remaja di SMKN 1 dan
SMPN Satap 5 Bulik Timur Desa Pedongatan Kalimantan Tengah. Diharapkan
pada remaja untuk mengurangi penggunaan media sosial dengan mengatur waktu
dan frekuensi penggunaan gadget secara konsisten, hanya pada saat yang penting
atau untuk bersantai, serta dapat membedakan antara kebutuhan sekolah dan
hiburan.
Kata Kunci :Media Sosial, Remaja, Kualitas Tidur