Abstract :
Latar Belakang : Laparatomi merupakan salah satu tindakan bedah mayor dengan cara
menyayat daerah abdomen sampai rongga abdomen, keluarga yang anggota keluarganya
menjalani tindakan laparotomi sebagian besar mengalami kecemasan. Rumah sakit sudah
memberi penjelasan prosedur tindakan operasi yang akan dilakukan. Sehingga dapat mengatasi
kecemasan pada keluarga selain itu rumah sakit menjelaskan resiko setelah di lakukanya
tindakan laparotomi seperti perdarahan, ileus obstruktif dan kemungkinan terburuk yaitu
kematian. ini sangat penting karena keluarga sebagai support sistem untuk pasien.
Tujuan penelitian ; menganalisis gambaran respon kecemasan keluarga pasien sebelum
tindakan laparatomi.
Metode : Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan
Cross-sectional Jumlah populasi sebanyak 165 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 63
orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian
yang digunakan dengan menggunakan kuesioner berjumlah 20 pernyataan. Metode analisis
data yang juga digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan
menggunakan spss untuk menganalisis karateristik dan tingkat kecemasan keluarga pasien
sebelum tindakan operasi laparatomi.
Hasil :Tingkat kecemasan keluarga didapatkan mayoritas keluarga merasa cemas ringan
sebelum tindakan laparatomi yaitu sebanyak 32 (50,8%), responden cemas sedang sebanyak
14 (22,2%), responden yang mengalami cemas berat sebanyak 10 (15,9%) dan tidak cemas
sebanyak 7 (11,1%).
Simpulan : Tingkat kecemasan pada keluarga sebelum tindakan laparatomi mengalami
peningkatan kecemasan terbanyak pada tingkat kecemasan ringan. Kecemasan yang dirasakan
karena kurangnya pengetahuan atau informasi mengenai tindakan laparatomi.
Saran ; Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi kepada keluarga tentang
tindakan laparatomi dan lebih mempersiapkan diri baik secara psikologi, mental sehingga tidak
memiliki rasa cemas yang berlebihan.
Kata Kunci: Kecemasan keluarga, laparatomi