Abstract :
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit degeneratif
disebabkan oleh gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin
sesuai dengan kebutuhan dalam tubuh dan ditandai dengan adanya banyaknya
kadar glukosa darah (hiperglikemia). Obat yang bisa digunakan untuk
menurunkan gula darah adalah metformin dan glimepiride yang memiliki
keefektivitasan dan biaya medik yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui obat mana yang lebih cost effective untuk pasien diabetes mellitus
tipe 2.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan
data dari rekam medis dan data administrasi sebagai data sekunder. Penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi. Pengolahan data yaitu dengan mencari efektivitas terapi dan efektivitas
biaya dengan menggunakan rumus ACER dan ICER.
Hasil : Berdasarkan jenis kelamin pasien, pada perempuan berjumlah 54 dan laki-
laki berjumlah 31 pasien. Karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan
penyakit penyerta sebanyak 35 dan pasien tanpa penyakit penyerta sebanyak 50
pasien. Efektivitas dari metformin lebih tinggi sebesar 58% dibandingkan
efektivitas glimepiride sebanyak 48%. Metformin menghasilkan biaya medik
yang lebih tinggi yaitu Rp.130.880,- dan biaya medik glimepirid sebesar
Rp.116.687-,. Nilai ACER metformin sebesar Rp.225.655,- dan glimepiride
senilai Rp.243.098,-. Nilai ICER yang didapatkan dari penelitian kali ini sebesar
Rp.141.927,-.
Kesimpulan : Antidiabetik metformin terpilih menjadi alternative pengobatan
untuk pasien diabetes mellitus tipe 2 karena memiliki nilai ACER yang lebih
rendah dibandingkan dengan antidiabetik glimepiride. Nilai ICER sebesar Rp.
141.927,- yang dimana harga tersebut bisa meningkatkan 1% kesembuhan dari
pasien diabetes mellitus tipe 2.