Abstract :
Warfarin merupakan antagonis vitamin K yang memiliki jendela
terapi sempit, variabilitas luas di dalam dosis-respons antar individu, sejumlah
besar interaksi terhadap obat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji
interaksi obat pada pasien rawat jalan yang mendapatkan terapi warfarin di RSUD
Dr Gunawan Mangunkusumo Pada Tahun 2023.
Metode: Metode deskriptif yang bersifat retrospektif, yaitu penelitian dengan
menggunakan data yang lalu. Data yang diperoleh dari penelusuran rekam medik
pasien yang menggunakan terapi warfarin di instalasi rawat jalan RSUD Dr
Gunawan Mangunkusumo Pada Tahun 2023 dengan jumlah sampel 70 data rekam
medik yang ditulis dalam lembar pengumpulan data.
Hasil: Penelitian menunjukan pasien yang menggunakan terapi warfarin
perempuan berjumalah 37 pasien (54,09%) dan laki-laki berjumlah 33 pasien
(47,1%). Pasien yang mengalami interaksi sebanyak 66 pasien (94,29%).
Berdasarkan interaksi pada tingkat keparahan moderate sebanyak 39 (59,09%),
moderate+minor sebanyak 13 pasien (19,70%), mayor+moderate sebanyak 11
pasien (16,67%), mayor+moderate+minor sebanyak 2 pasien (3,03%) dan
mayor+minor sebanyak 1 pasien (1,52%). Interaksi mekanisme farmakodinamik
terdapat 31 pasien (46,97%), Farmakokinetik terdapat 5 pasien dengan presentase
(7,58%) dan kombinasi farmakokinetik+farmakodinamik sejumlah 30 pasien
dengan presentase (45,45%).
Kesimpulan: Keparahan interaksi pengobatan warfarin berdasarkan keparahan
moderate dengan jumlah 37 pasien (54,09%), dan menurut interaksi mekanisme
farmakodinamik dengan jumlah 31 pasien (46,47%).