Abstract :
Latar belakang : Lansia mengalami perubahan kondisi fisik, psikologis ataupun sosial yang
saling berinteraksi satu sama lain dan juga mempengaruhi gaya hidup para lansia, mayoritas
lansia hidup dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kebiasaan makan yang
buruk, kurang aktivitas fisik dan stress serta mengkonsumsi alkohol merupakan faktor risiko
yang dapat menyebabkan para lansia menderita hipertens. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode diskriptif kuantitatif dengan analisis univariat dan diambil secara
Purposive Sampling sebanyak 73 responden yang dilaksanakan di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Terawan Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan
Tengah. Alat penelitian menggunakan kuesioner karakteristik dan kuesioner gaya hidup
dengan 20 pertanyaan. Data dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil menunjukkan mayoritas
lansia 91% lansia mempunyai gaya hidup yang tidak baik dengan indikator kebiasaaan
merokok dengan hasil tinggi paparan asap rokok sebanyak 72% , kebiasaan makan tidak baik
53% , rendah aktifiats fisik sebanyak 44 % dan mayoritas stres sebanyak 92%. Simpulan :
Pada hasil penelitian ini diharapkan ada upaya yang dapat dilakukan perawat untuk mengatasi
gaya hidup yang tidak sehat pada lansia dengan hipertensi agar dapat memperbaiki kualitas
hidup dan memperpanjang harapan hidup pada lansia.
Kata kunci: Hipertensi, lansia, gaya hidup, kebiasaan makan, kebiasaan merokok,
aktifitas fisik, stress