Abstract :
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang tidak dapat
disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Hipertensi dapat muncul sejak remaja dan akan berlanjut
hingga usia dewasa yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Mekanisme terjadinya
hipertensi pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor risiko yang bisa diubah dan
faktor risiko yang tidak bisa diubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang
berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja SMA dan SMK di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Danau Sembuluh.
Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa SMA dan SMK di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Danau Sembuluh tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 270 siswa. Sampel yang digunakan
sebanyak 177 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar
observasi karkateristik responden, tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), kuesioner pola
makan, aktivitas fisik, kualitas tidur dan tingkat stress. Analisa data menggunakan analisi univariat
dan bivariat (spearman rank test).
Hasil: Tidak ada hubungan usia (p value 0,877) dan jenis kelamin (p value 0,095) dengan kejadian
hipertensi pada remaja. Ada hubungan riwayat penyakit (p value 0,000), pola makan (p value
0,000), IMT (p value 0,000), aktivitas fisik (p value 0,000), kualitas tidur (p value 0,000), dan
tingkat stress (p value 0,000) dengan kejadian hipertensi pada remaja SMA dan SMK di wilayah
kerja UPTD Puskesmas Danau Sembuluh.
Simpulan: Riwayat penyakit, pola makan, IMT, aktivitas fisik, kualitas tidur dan tingkat stress
memiliki hubungan terhadap terjadinya hipertensi pada remaja.
Kata Kunci: aktivitas fisik, hipertensi, IMT, remaja