Abstract :
:Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai
dengan meningkatnyan kadar glukosa darah yang disebabkan karena tubuh
tidak dapat menghasilkan atau penggunaan produksi insulin yang tidak efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi yang lebih cost-effective antara
glimepiride dengan metformin.
Metode : Penelitian kuantitatif secara observasional dengan desainpenelitian
cross-sectional. Data yang diambil berupa rekam medik dan biaya pengobatan
serta perawatan pasien selama menjalani rawat inap di RSUD dr. Gunawan
Mangunkusumo Ambarawa tahun 2022, kemudian dilakukan perhitungan
menggunkan ACER dan ICER berdasarkan lama rawat inap dengan efektivits
terapi untuk mengetahui terapi mana yang lebih cost-effective.
Hasil : total biaya medik langsung terapi glimepiride sebesar Rp. 4.209.597,48
dengan LOS 2 hari sedangkan metformin sebesar Rp. 3.670.539,50 dengan LOS
2 hari. Nilai ACER berdasarkan nilai LOS dari terapi glimepiride memiliki
biaya sebesar Rp. 2.104.799 dengan rata-rata lama rawat inap selama 2 hari
Sedangkan terapi metformin memiliki nilai ACER sebesar Rp. 1.835.270
dengan rata-rata lama rawat inap selama 2 hari. Karena hasil nilai ACER rendah
dengan efektivitas yang sama maka tidak perlu dilakukan perhitungan ICER.
Simpulan :Terapi antidiabetik oral metformin dikatakan paling cost-effective
dengan nilai ACER yang lebih rendah serta efektivitas yang tinggi daripada
terapi glimepiride.