Abstract :
Latar belakang : Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang
masih menjadi masalah ditingkat dunia, kejadian diabetes melitus secara global pada
tahun 2014 sebanyak 422 juta orang hidup dengan diabetes melitus (WHO, 2018).
Penyakit vaskuler perifer dan neuropati disebabkan oleh sirkulasi darah perifer yang
menurun hingga ke serabut saraf, menyebabkan penderita diabetes mudah mengalami
luka gangren. Pasien DM dengan luka gangren yang berlanjut dapat berisiko amputasi.
Penderita diabetes melitus berpeluang mengalami amputasi tungkai bawah 15 kali lipat
dari pada yang tidak menderita diabetes (Greenstein & Wood, 2017).
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasi eksperimen dengan
menggunakan bentuk rancangan one group pre dan post test design.
Hasil : Dapat digambarkan setelah melakuhkan perawatan luka menggunbakan zink
cream terhadap 24 pasien didapatkan data nilai atau skor Bates-
jensenWoundAssesmentTool (BJWAT) setelah pemberian zinc cream pasien ulkus
diabetikum di RLS Medica terendah 14 tertinggi 46 rata-rata 22.82 dengan standar
deviasi 9.379
Kesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna skor Bates-jensen Wound Assesment Tool
(BJWAT) sebelum dan sesudah diberikan zinc cream selama 7 hari pasien ulkus
diabetikum dengan selisin skor penurunan sebesar 10 atau ada perbaikan kondisi luka
sebelum dan sesudah perawatan mengunakan zinc cream selama 7 hari.
Saran : Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau pembanding
bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis,sehingga penelitian
lebih kompleks dan diharapkan bisa menjadi arsip perpustakaan tentang efektifitas zinc
dalam proses penyembuhan luka.
Kepustakaan : (2017-2018)
Kata kunci : Diabetes militusulkus,Ulkus diabetikum, Zinc cream