Abstract :
Latar belakang: Konsekuensi jangka panjang dari krisis Covid-19 meliputi
peningkatan drastis prevalensi stunting, kelebihan berat badan serta obesitas. Hal
ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik dan peningkatan konsumsi makanan
olahan yang mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi secara terus-
menerus. Gaya hidup tradisional yang tergantikan dengan gaya hidup yang kurang
aktif atau aktivitas sedentari (sedentary behavior), yang berdampak pada
meningkatnya risiko kelebihan berat badan anak usia sekolah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sedentary behavior
dengan status gizi anak usia sekolah dasar pada SDN 6 Nanga Bulik Kabupaten
Lamandau.
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 76 responden.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa hubungan antara sedentary
behavior pasca pandemi Covid-19 dengan status gizi pada anak usia sekolah dasar
di SDN 6 Nanga Bulik dapat diketahui dengan nilai signifikansi p-value 0,001 <
0,05 dengan koefisien korelasi positif sebesar 0,519. Dari hasil tersebutdisimpulkan
bahwa terdapat hubungan yang kuat antara sedentary behavior terhadap status gizi
pada anak SDN 6 Nanga Bulik Kabupaten Lamandau.
Saran: Disarankan agar sekolah dapat menambah kegiatan senam pagi dan
kegiatan fisik ringan lainya sebelum memulai kegiatan belajar, serta memberikan
edukasi baik untuk siswa maupun orang tua tentang gerakan beraktivitas sehat.
Kata kunci: Sedentary Behavior, Status Gizi, Anak Usia Sekolah