Abstract :
Latar Belakang : Kinerja dalam sebuah organisasi dilakukan oleh segenap
sumber daya manusia yang ada baik pemimpinan atau pekerja. Ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia dalam menjalankan
kinerja nya baik dari faktor dalam diri sendiri maupun faktor luar. Gaya
kepemimpinan yang diterapkan mempengaruhi kinerja perawat yang bekerja
dalam memberikan pelayanan keperawatan yang konstan dan terus menerus
selama 24 jam kepada pasien setiap hari, sehingga memberikan gambaran
baik buruknya kinerja seorang perawat dari gaya kepemimpinan yang
diterapkan oleh kepala ruangan
Metode : Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga sebanyak 204 perawat.. Teknik sampling dalam
penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 76 perawat. Instrumen
yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji kendall tau.
Hasil : Gaya kepemimpinan kepala ruangan di ruang rawat inap RSUD Kota
Salatiga sebagian besar otoriter sebanyak 40 responden (58,8%). Kinerja
perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kota Salatiga sebagian besar baik
sebanyak 44 responden (64,7%). Ada hubungan negatif antara gaya
kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga (nilai p=0,001 <
?
=0,05). Keeratan hubungan ke arah
negatif dengan nilai -0,385 yang dikategorikan rendah (0,20 ? 0,399) yang artinya
keeratan hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga adalah rendah.
Simpulan : Ada hubungan negatif antara gaya kepemimpinan kepala ruangan
terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kota Salatiga
Kata kunci : gaya kepemimpinan, kinerja perawat