Abstract :
Latar Belakang : Penderita HIV/AIDS terus meningkat dan tersebar secara global.
Salah satu yang menghambat penanggulangan HIV/AIDS adalah stigma dan
diskriminasi. Untuk meminimalisir dampak depresi akibat stigma yang dialami
ODHA, diperlukan penerimaan diri yang baik agar tetap menjalani hidup
berkualitas dan patuh terhadap pengobatan yang dijalani. Penerimaan diri ODHA
tentunya akan lebih baik ketika mereka mendapat bantuan dan peran yang maksimal
dari kelompok dukungan sebaya (KDS). KDS membantu ODHA dengan
pendampingan, dukungan akses layanan kesehatan dan memberikan informasi yang
dibutuhkan ODHA.
Tujuan : Mengetahui hubungan peran kelompok dukungan sebaya (KDS) dengan
penerimaan diri pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di RSUD dr. Gondo
Suwarno Ungaran.
Metode : Deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasinya adalah 28 ODHA dengan menggunakan teknik total sampling.
Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan
distribusi frekuensi dan uji Chi Square dengan ? = 0,05.
Hasil : Peran KDS Sebagian besar dalam kategori dukungan tinggi sebanyak 22
orang (78,6%), penerimaan diri pada ODHA sebagian besar baik sebanyak 17 orang
(60,7%), terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara peran kelompok
dukungan sebaya dengan penerimaan diri pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)
di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran dengan p value = 0,022 (< 0,05).
Saran : Diharapkan KDS dapat memaksimalkan perannya dalam pendampingan
kepada ODHA agar penerimaan diri ODHA tetap baik meskipun pada awal
terdiagnosa HIV/AIDS.
Kepustakaan : 35 (2012-2023)
Kata kunci : ODHA, kelompok dukungan sebaya, penerimaan diri