Abstract :
Latar Belakang : Pernikahan dini merupakan salah satu masalah yang dihadapi
di banyak negara. Penyebabnya bermacam-macam, seperti masalah ekonomi, adat
istiadat dan pendidikan, serta nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua.
Pernikahan dini memiliki konsekuensi seperti risiko kesehatan reproduksi serta
peningkatan fertilitas dan lain sebagainya. Penerapan pola asuh yang tepat dalam
membimbing dan mendidik anak sangat diperlukan karena salah satu masalah
terbesar akibat pernikahan dini adalah bagaimana mendidik dan mengasuh anak
dengan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak karena masa
remaja merupakan awal dari proses pendewasaan. Penelitian ini untuk mengetahui
hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini di Wilayah
Kerja Puskesmas Petungkriyono
Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik,
pengumpulan data berdasarkan data primer berupa kuesioner. Sampel 93
responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dianalisis
menggunakan analisa univariat dan uji Chi Square
Hasil : Mayoritas tipe pola asuh orang tua adalah pola asuh permissive yaitu
sebanyak 42 responden (45,2%), mayoritas responden adalah menikah saat usia
dini yaitu sebanyak 57 responden (61,3%). Mayoritas responden yang menikah
dini adalah responden dengan pola asuh permissive yaitu sebanyak 31 responden,
sedangkan responden yang tidak menikah dini mayoritas adalah responden
dengan pola asuh orang tua kategori authoritarian yaitu sebanyak 9 responden
dan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan pernikahan dini di
Kecamatan Petungkriyono dimana dari uji Chi Square diperoleh nilai ? 0,003 <
0,005.
Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola
asuh orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini di Kecamatan
Petungkriyono. Diharapkan orang tua bersikap bijak dalam membimbing dan
mengarahkan anak, sehingga anak bisa memilih keputusan dengan tepat
khususnya dalam masalah pernikahan
Kata Kunci :Pola Asuh, Pernikahan Dini, Orang Tua