Abstract :
Latar belakang : Pasien yang mendapatkan terapi hemodialisa akan berdampak ke
fisik maupun psikologisnya, masalah psikologis yang utama pada penderita gagal
ginjal kronik selama menjalani terapi hemodialisa yaitu harga diri rendah. Ada
beberapa penatalaksaan yang bisa di berikan baik secara farmakologi ataupun
nonfarmakologi, salah satunya yaitu pemberian self talk. Pendekatan ini akan
mengubah pernyataan diri yang negative dan salah menjadi lebih positif dan
terarah. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi self talk terhadap harga diri pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode:Jenis penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment (eksperimen
semu). Dengan kelompok eksperimen dan kelompok Kontrol, dengan
menggunakan 30 sampel yang di bagi menjadi 2 kelompok, Teknik sampling
menngunakan purposive sampling, instrumen penelitian Rosenberg's Self-Esteem
Scale Hasil: Hasil dengan uji Man Whitney U Test nilai mean of rank 8,00 dan post
test nilai mean of rank 23,00. Nilai p didapatkan 0,000 hal ini membuktikan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan terapi self talk terhadap harga diri pasien gagal ginjal kronik yang
melakukan hemodialisa.Kesimpulan: Ada perbedaan harga diri sebelum dan sesudah
pemberian terapi self talk dengan nilai (p -value 0,000).
Kata Kunci: Harga Diri , Gagal Ginjal Kronik ,Self Talk
Kepustakaan: 41(2019-2023)