Abstract :
Latar belakang : Mutu pelayanan rumah sakit dipengaruhi oleh mutu pelayanan
pengobatan, karena pelayanan perawatan merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan (Departemen Kesehatan, 2006). Jaminan mutu suatu pelayanan
kesehatan salah satunya dengan meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi
kejadian infeksi nosokomial, resiko jatuh, dan resiko cidera karena kelalaian dari
petugas kesehatan itu sendiri. Rumah Sakit dapat melaksanakan tujuh tugas khusus
untuk menjaga keselamatan pasien, seperti kesadaran akan nilai-nilai mulai dari
keselamatan pasien, bimbingan dan dukungan profesional kesehatan, integrasi
fungsi risiko, pengembangan sistem pelaporan hingga partisipasi dan komunikasi
pasien, pembelajaran dan berbagi pengalaman profesional kesehatan kepada pasien,
pencegahan cedera menggunakan sistem keselamatan pasien. Penerapan budaya
keselamatan pasien di rumah sakit harus dilakukan dengan komunikasi yang
terbuka dan baik dalam pelayani pasien serta melaporan insiden, menciptakan
budaya keselamatan pasien dapat mengurangi resiko terjadinya kejadian tidak
diinginkan. Salah factor yang mempengaruhi penerapan kebudayaan adalah
lingkungan kerja. Lingkungan mempengaruhi keselamatan pasien, setiap pegawai
dapat melakukan kesalahan apabila kondisi kerja memberikan peluang terjadinya
kesalahan/pelanggaran. Oleh karena itu, manajer harus mampu merancang
lingkungan kerja yang kondusif, antara lain dengan melakukan tindakan sebagai
berikut: Merancang sistem yang dapat meminimalkan kebisingan, meminimalkan
pencemaran lingkungan (kebisingan, getaran) dan menjamin pemantauan dan
komunikasi.
Tujuan: mengetahui hubungan lingkungan kerja perawat dengan budaya
keselamatan pasien di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran
Metode: metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian 197 perawat dengan jumlah sampel 132 yang diambil dengan
propotional random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner PES-
NWI untuk mengukur lingkungan kerja perawat dan HSOPC untuk mengukur
penerapan budaya keselamatan pasien. Analisa bivariat menggunakan uji kendall
tau.
Hasil: lingkungan kerja perawat sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 70
responden (53%), penerapan budaya keselamatan sebagian besar dalam kategori
baik sebanyak 68 responden (51.5%).berdasarkan uji kendall tau didapatkan nilai p
value 0,000 dimana ada hubungan lingkungan kerja perawat dengan penerapan
budaya keselamatan pasien di RSUD dr.Gondo Suwarno Ungaran dengan nilai
koefisien korelasi 0.468 menunjukkan adanya korelasi yang cukup antara
lingkungan kerja perawat dengan penerapan budaya keselamatan pasien.
Kesimpulan : ada hubungan yang cukup signifikan antara lingkungan kerja
perawat dengan budaya keselamatan pasien di RSUD dr.Gondo Suwarno Ungaran
Kepustakaan : 53(2017-2023)
Kata kunci : lingkungan kerja, budaya keselamatan pasien