Abstract :
Latar belakang: Skrining kesehatan adalah secondary prevention yang merupakan langkah
awal untuk menilai tingkat risiko seseorang terhadap penyakit dan intervensi pencegahan di
tingkat masyarakat. Penelitian ini untuk memperoleh gambaran dalam pelaksanaan skrining
kesehatan diabetes pada populasi umum di wilayah kerja Puskesmas Dharmarini.
Tujuan: Mengetahui gambaran bagaimana pelaksanakan skrining diabetes di wilayah kerja
Puskesmas Dharmarini
Metode: Dalam penelitian metode kuantitatif ini, peserta yang tidak menderita diabetes
direkrut dari populasi umum. Fase kuantitatif (n = 379) mencakup survei tatap muka terhadap
peserta yang datang melalui pengambilan sampel secara insidentil.
Hasil: Di antara responden survei, 32,2% (n = 122) telah melaksanakan skrining kesehatan
diabetes dalam 2 tahun terakhir, sementara 67,8% (n = 257) tidak melaksanakan skrining
kesehatan secara rutin. Proporsi umur tidak berpengaruh secara signifikan(kurang dari 45
tahun; 81,8% vs lebih dari 45 tahun 18,2%). Hasil skoring dengan menggunakan Findrisc tool
versi Indonesia memberikan gambaran tingkat risiko diabetes responden rendah sebanyak
49,6%, cukup rendah 38,2 %, sedang 8,2%,tinggi 3,1% dan sangat tinggi 0,9%.
Saran: Dengan memanfaatkan Findrisc tool versi Indonesia dalam skrining faktor risiko
diabetes dapat memberikan gambaran tingkat dan faktor risiko responden terhadap diabetes
dalam 10 tahun mendatang.
Kata kunci: Skrining Diabetes, skoring Findrisc tool versi Indonesia, kuantitatif