Abstract :
Puskesmas sebagai kesatuan organisasi fungsional dalam sistem
pelayanan kesehatan yang memiliki peran vital dalam penyelenggaraan upaya
kesehatan yang menyeluruh, terpadu, merata dan terjangkau oleh masyarakat.
Perawat sebagai bagian integral dari tenaga kesehatan, memiliki peranan
penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan
berkualitas. Keberhasilan pelayanan kesehatan di puskesmas sangat tergantung
pada partisipasi perawat dalam memberikan perawatan yang optoimal.
Puskesmas Kumai merupakan sarana pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang memberikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap kepada
masyarakat dan beroperasi selama 24 jam. Oleh karena itu perawat sebagai
tenaga kesehatan dituntut kesediaan dan kesiapannya selama 24 jam. Data
kunjungan pasien Puskesmas Kumai setiap tahun mengalami peningkatan,
terlihat pada tahun 2022 berjumlah 881 pasien, tahun 2023 sampai bulan juli
1.116. Berbagai situasi dan tuntutan kerja seperti beban kerja dan masa kerja
perawat dapat menjadi sumber potensial terjadinya stres kerja yang kemudian
dapat meningkatkan resiko kecelakaan kerja, bahkan resiko kematian pada
pasien jika tenaga kesehatan tidak bisa menanganinya.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan
metode analisa corelatif study dengan pendekatan cross sectional. Data yang
diperoleh melalui wawancara menggunakan data angket (kuesioner) kemudian
dianalisa secara kuantitatif. Variabel yang diteliti yaitu beban kerja dan masa
kerja (independent variable) dan stress kerja (dependent varible). Data penelitian
dianalisis menggunakan analisis tabulasi silang (crosstab) dan uji chi-square.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel beban kerja
dan masa kerja dengan stress kerja pada perawat di puskesmas Kumai.