Abstract :
Latar belakang: Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Lamandau tahun 2021,
menunjukkan jumlah penderita diabetes melitus sebanyak 11.769 dan termasuk ke
dalam daftar 10 penyebab kematian terbanyak di Kabupaten Lamandau tahun 2021.
Percepatan meningkatnya penderita DM di Indonesia, terutama diakibatkan oleh
perkembangan pola makan dan gaya hidup yang salah. Pengendalian gula darah
oleh pasien DM akan berhubungan dengan faktor diet atau perencanaan makan,
aktivitas fisik, dan tingkat pengetahuan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan menganalisis faktor
umur, jenis kelamin, aktifitas fisik, dan pola makan yang berhubungan dengan
kejadian diabetes melitus pada RSUD Lamandau.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan
pendekatan crosssectional survey. Sampel yang digunakan sebanyak 68 responden.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa bahwa ada hubungan antara
umur dengan kejadian diabetes melitus di RSUD Lamandau dengan nilai p-value =
0.001 < ? = 0,05, ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes
melitus di RSUD Lamandau dengan nilai p-value = 0.006 < ? = 0,05, ada hubungan
antara aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus di RSUD Lamandau dengan
nilai p-value = 0.001 < ? = 0,05, ada hubungan antara pola makan dengan kejadian
diabetes melitus di RSUD Lamandau tahun 2023 dengan nilai p-value = 0.001 < ?
= 0,05.
Saran: Lebih waspada dengan bertambahnya umur (? 45 tahun), karena pada usia
tersebut sudah mulai rentan terkena penyakit termasuk diabetes melitus dan
diharapkan agar bisa melakukan kotrol kesehatan secara rutin guna pencegahan
sedini mungkin terhadap faktor risikonya.
Kata kunci: Umur, Jenis Kelamin, Pola Makan, Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus