Abstract :
Latar Belakang: Anak prasekolah adalah anak usia tiga sampai enam tahun. Anak-anak pada usia
ini dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti lari cepat, melempar, menari, dan berhitung. Ketika
anak-anak menjadi tidak sehat, orang tuanya mungkin tidak dapat merawat mereka di
rumah.Hospitalisasi adalah suatu proses terjadwal atau darurat yang mengharuskan anak untuk
tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan pengobatan sampai ia keluar dari rumah sakit.
Orang tua merupakan salah satu komponen terpenting dalam tumbuh kembang anak, oleh karena
itu peranannya diutamakan, yaitu dengan mengikutsertakan orang tua dalam pengasuhan agar anak
merasa aman dan mendapat perhatian dari keluarganya. Peran orang tua mengatasi dampak
hospitalisasi pada anak, untuk mengatasi masalah yang timbul pada anak dalam upaya perawatan
di rumah sakit, difokuskan pada intervensi.keperawatan dengan cara orang tua mengatasi dampak
hospitalisasi pada anak, meminimalkan mengatasi dampak hospitalisasi, memaksimalkan manfaat
hospitalisasi dan memeberikan dukungan psikologis pada anggota. Orang tua berperan sebagai
mengasuh anak sesuai dengan kesehatannya, orang tua sebagai pendorong yaitu memberikan
motivasi, pujian dan setuju menerima pendapat orang lain.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran
peran orang tua terhadap hospitalisasi anak di Rumah Sakit Balikpapan Baru. Metode: penelitian
yang digunakan adalah deskriptif analitis, artinya topik penelitian diuraikan tanpa kesimpulan,
dengan tujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mengurangi dampak rawat inap anak.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa distribusi frekuensi peran serta orang tua dalam merawat
anak di rumah sakit cukup sebesar 28 orang (93,3%). Saran: Partisipasi orang tua sangat
penting dalam mengasuh anak karena memastikan anak merasa aman berada di dekatnya. Orang
tuanya.Rumah sakit harus mengembangkan prosedur yang memungkinkan orang tua terlibat
dalam perawatan anak mereka di semua tahap terapi
Kata kunci:Peran Orang Tua, Hospitalisasi Anak Prasekolah,