Abstract :
Latar Belakang: Angka infeksi terkait pelayanan kesehatan atau healthcare
Associated Infections (HAIs) yang dulu disebut infeksi nosokomial merupkan salah
satu masalah kesehatan di berbagai Rumah Sakit termasuk RSU Bina Kasih.
Hal ini menunjukan bahwa HAIs yang ditimbulkan berdampak secara langsung
sebagai beban Rumah Sakit dan pasien Angka infeksi di RSU Bina Kasih tahun
2022 didapatkan angka infeksi daerah operasi 2,9% isk 7,6% dan infeksi luka infus
1,2% perlu di ketahui salah angka kepatuhan yang masih rendah yaitu kepatuhan ,<
60% ,salah satu penyebab infeksi adalah tidak menerapkan prisip kewaspadaan
Standar PPI salah satunya tidak menerapkan Kebersihan Tangan.
Tujuan Penelitian: mengetahui Gambaran Kepatuhan Kebersihan Tangan petugas
di RSU Bina Kasih
Metode Penelitian: Metode yang di gunakana Dalam Penelitian ini penulis
menggunakan metode penelitian kuantitatif deskripsi dengan metode penelitian
observasional dengan desain penelitian cross sectional. Adapun Sampel dalam
penelitian berjumlah 120 responden yang terdiri dari semua petugas yang bekerja
di RSU Bina Kasih pengambilan sebuah sampel dengan metode total sampling,
serta uji statistic yang digunakan adalah uji uji univariat di dapatkan gambaran
deskripsi dari penelitian.
Hasil Penelitian: Dari 118 yang dilakukan penelitian responden yang dianalisis
dengan Uji unvariat di dapatkan kepatuhan kurang ada 23 orang atau 19,5%
keepatuhan cukup ada 53 orang atau 44,9% dan kepatuhan baik 42 orang atau
35,6% ,sedangkan kepatuhan 6 langkah cuci tang kepatuhan kurang 4 orang atau
3,4%, kepatuhan cukup 24 orang atau 20,3%, dan kepatuhan baik ada 90 atau
76,3%.
Kesimpulan: Gambaran kepatuhan Kebersihan Tangan petugas di RSU Bina
Kasih rata2 73,5% artinya kepatuhanya cukup sedangkan kepatuhan 6 langkah
kebersihan tangan 85%
Atau kategori kepatuahn baik.
Kata Kunci: ,kepatuhan kebersihan tangan,kebersihan tangan,