Abstract :
Latar belakang: Pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu membutuhkan peran aktif dari
ketua tim. Ketua tim sebagai pelaksana fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan, berperan sebagai fasilitator komunikasi dan kolaborasi antara
perawat serta memberikan umpan balik asuhan keperawatan salah satunya pelaksanaan sistem skor
peringatan dini agar dapat dilakukan secara terfokus dalam mengobservasi, menilai, mendeteksi
dan merespon dengan cepat.
Tujuan: mengetahui hubungan fungsi manajemen ketua tim dengan sistem skor peringatan dini.
Metode: menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cros
sectional, populasi target adalah perawat di RSUD dr. Gondo Suwarno, jumlah sampel 60 perawat
pelaksana menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner fungsi
manajemen ketua tim dan pelaksanaan sistem skor peringatan dini, telah dilakukan uji validitas
dan reliabilitas ulang. Analisa bivariat menggunakan Chi Square.
Hasil: Fungsi manajemen ketua tim sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 45 (75%) kurang
sebanyak 15 (25%), pelaksanaan sistem skor peringatan dini sebagian besar dalam kategori baik
sebanyak 49 (81,7%) kurang sebanyak 11 (18,3%), Ada hubungan dengan korelasi antara fungsi
manajemen Ketua Tim dengan pelaksanaan sistem skor peringatan dini dengan p value <0,001
sehingga nilai p < 0.05.
Saran: Diharapkan ketua tim perawat dapat meningkatkan fungsi manajemen secara
komperhensif dalam pelaksanaan sistem skorperingatan dini.
Kata kunci : fungsi manajemen Ketua Tim, pelaksanaan sistem skor peringatan dini.