Abstract :
Latar Belakang : Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit harus
mampu memenuhi mutu pelayanan rumah sakit yang ditentukan oleh sumber daya
manusianya, antara lain perawat yang memegang peranan penting dalam
pelaksanaan pekerjaan keperawatan. Kinerja perawat yang baik merupakan
harapan seluruh pasien. Pada organisasi rumah sakit, kepala ruangan adalah
pemimpin yang langsung membawahi dan berhubungan langsung dengan
perawat. Seorang pemimpin dalam keperawatan yang efektif adalah hal yang
pokok, sebab hal ini merupakan disiplin ilmu yang luas dalam sistem keperawatan
Penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan Kepala Ruangan
dengan kinerja Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Rumah Sakit
Bina Kasih Ambarawa
Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional, pengumpulan data berdasarkan data primer berupa
kuesioner. Sampel 50 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian
dianalisis menggunakan analisa univariat dan uji Chi Square
Hasil : Gaya kepemimpinan di RS Bina Kasih menurut persepsi perawat
mayoritas adalah gaya kepemimpinan demokratis sebanyak 25 responden (50%),
mayoritas kinerja perawat adalah kategori cukup yaitu sebanyak 41 responden
(82%) dan terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan
kinerja perawat di RS Rumah Sakit Bina Kasih Ambarawa dari hasil uji statistik
Chi Square didapatkan nilai ? 0,001<0,05.
Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya
kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat di RS Rumah Sakit Bina
Kasih Ambarawa. Diharapkan bagi perawat agar meningkatkan tanggung jawab
serta kinerja terutama dalam pelayanan rumah sakit yang sesuai dengan standar
agar lebih meningkatkan pelayanan yang optimal bagi pasien.
Kata Kunci :Kinerja Perawat, Kepala Ruangan, Gaya Kepemimpinan