Abstract :
Latar Belakang : beban kerja yang tinggi pada perawat disebabkan beberapa faktor
yakni usia, jenis kelamin, status pendidikan, dan masa kerja. Hal ini membuat
perawat sering kali mengalami burnout syndrome (kelelahan) dalam menjalani
asuhan keperawatan. Bila terus terjadi akan berdampak pada kinerja perawat yang
terus menurun dan pengaruhnya pada RS tempat bekerja. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap burnout syndrome pada perawat
rawat inap di RSU Balikpapan Baru
Metode : Jenis penelitian korelasi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini seluruh perawat rawat inap RSU Balikpapan Baru Tahun
2024 yang berjumlah 31 orang perawat, sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebanyak 31 orang. Menggunakan teknik total sampling. Analisa data
dengan uji univariat dan analisa bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank (Rho).
Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah perawat yang mengalami beban kerja
kategori tinggi sebanyak 18 orang (58,1 %) dan responden yang mengalami beban
kerja kategori rendah sebanyak 13 orang (41,9 %).Perawat yang mengalami
burnout syndrome kategori tinggi sebanyak 20 orang (64,5%) dan responden yang
mengalami burnout syndrome kategori rendah sebanyak 11 orang (35,5%). Hasil
uji spearman rho didapatkan hasil p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan
signifikan beban kerja perawat dengan burnout syndrome di ruang rawat inap RSU
Balikpapan Baru dengan korelasi koefisien 0,739 yang menunjukkan hubungan
positif kuat.
Simpulan : Ada hubungan beban kerja perawat dengan burnout syndrome di ruang
rawat inap RSU Balikpapan Baru
Saran: diharapkan bagi rumah sakit dapat memperhatikan jam kerja sehingga
karyawan tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Kata kunci: Beban kerja, burnout syndrome