Abstract :
Minyak biji anggur mengandung senyawa fenolik diantaranya
yaitu flavonoid, karotenoid, asam fenolik, tanin, dan asam galat yang memiliki
sifat antioksidan dan anti aging. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan
minyak biji anggur menjadi nanoliposom dan mengevaluasi karakteristik fisik
serta aktivitas antioksidan.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental. Variasi bobot
minyak biji anggur yang digunakan yaitu 1 gram (F1), 2 gram (F2) dan 4 gram
(F3). Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, ukuran partikel, indeks
polidispersitas dan aktivitas antioksidan IC50 metode DPPH (1,1-diphenyl-2-
picrylhydrazil).
Hasil: Karakteristik fisik organoleptik nanoliposom (F1) cair berwarna putih, (F2)
cair berwarna kekuningan, dan (F3) agak kental dengan warna putih kecoklatan.
Nanoliposom memenuhi syarat uji pH (F1) 7,67±0,10; (F2) 7,58±0,17; dan (F3)
7,58±0,02. Ukuran partikel (F1) 10,91±0,52 nm; (F2) 9,92±2,15 nm dan (F3)
11,03±0,42 nm. Indeks polidispersitas (F1) 0,380±0,01; (F2) 0,398±0,18 dan (F3)
0,591±0,02. Nilai rata-rata IC50 yang dihasilkan (F1) 130,27±19,84 ppm; (F2)
63,01±0,19 ppm, dan (F3) 18,90±0,27 ppm.
Kesimpulan: Variasi bobot minyak biji anggur dalam formula nanoliposom
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap organoleptik (warna), indeks
polidispersitas, dan pH sediaan nanoliposom, tetapi tidak berbeda signifikan pada
ukuran partikel. Variasi bobot minyak biji anggur memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap aktivitas antioksidan nanoliposom.