Abstract :
Latar belakang: Kualitas pelayanan sungguh mempengaruhi ketersediaan serta
kepatuhan standar pelayanan tenaga kesehatan dalam melayani, suplai obat, alat
kesehatan dan bahan habis pakai dan sumber daya lainnya yang berpengaruh
pada kualitas layanan. Salah satu strategi dalam meningkatkan mutu pelayanan
telah ada merupakan dengan pengunaan metode KBKP yaitu Pembayaran Berbasis
Komitmen Pelayanan. Puskesmas Arut Selatan didapatkan beberapa keluhan
ketidakpuasan pengguna BPJS antara lain pasien kurang paham dengan sistem
rujukan yang ada, kartu BPJS tidak aktif, adanya perbedaan data di KTP dan BPJS,
masalah jaringan yang kadang lambat sehingga membuat pasien harus menunggu
lama, dan beberapa pasien tidak mengerti alur pelayanan. Dikatakan dalam sehari
rata-rata bagian pengaduan BPJS mendapatkan sekitar 50 keluhan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gambaran
kepuasan pasien BPJS terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Arut
Selatan.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain
deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 164 responden.
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat kepuasan pasien BPJS
terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Arut Selatan, menunjukkan bahwa
kategori paling banyak yaitu responden merasa puas dengan jumlah 123 orang
(75%). Dimensi dengan tingkat puas paling tinggi yaitu pada tangibles (bukti fisik)
dengan kategori puas sejumlah 126 responden (76,8%). Sementara itu, pada
kategori sangat puas dimensi paling tinggi yaitu reliability (kehandalan) dengan
jumlah 69 responden (42,1%). Adapun pada kategori kurang puas, dimensi paling
tinggi yaitu responsives (daya tanggap) sejumlah 3 responden (1,8%), dan tidak ada
yang menyatakan sangat tidak puas.
Saran: Diharapkan pihak puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan
sebaiknya puskesmas melakukan survei kepuasan secara berkesinambungan dan
berkala untuk mengevaluasi kinerja pelayan kesehatan.
Kata kunci: Kepuasan, Pelayanan Kesehatan, Pasien BPJS