Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Setiyaningrum, Istina Dwi
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2024-03-18 02:08:49
Abstract :
Sediaan tabir surya penting untuk melindungi kulit dari paparan
sinar ultraviolet. Minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata Seed Oil) memiliki
senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid yang diduga dapat berperan sebagai
sunscreen. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi nanoemulsi
minyak biji labu kuning terhadap karakteristik fisik dan aktivitas tabir surya
sunscreen spray gel.
Metode: Penelitian ini menggunakan minyak biji labu kuning yang diformulasikan
menjadi nanoemulsi dan dibuat sunscreen spray gel dengan seri konsentrasi 1% dan
5%. Evaluasi karakteristik fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH,
viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersitas, daya lekat sebar, waktu kering,
pola penyemprotan, stabilitas dan aktivitas tabir surya secara in vitro. Data
dianalisis menggunakan Anova satu jalan.
Hasil: Nanoemulsi memiliki ukuran partikel 208 nm, pH 5,75, viskositas 4 cps dan
indeks polidispersitas 0,489. Hasil karakteristik fisik spray gel konsentrasi 1% dan
5% pada uji organoleptis bau khas oleum rosae, warna putih bening, konsistensi
cair dan homogen, pH antara 5-6, formula dapat menyebar dan melekat dengan
waktu kering <5 menit, tidak mengalami sineresis, penyemprotan optimal pada
jarak 15 cm. Saat disentrifugasi tidak memisah dan tidak mengalami perubahan
fisik saat cycling test. Nilai SPF Minyak biji labu kuning sebesar 18,79; nanoemulsi
minyak biji labu kuning sebesar 25,66; sunscreen spray gel konsentrasi 1% rata-
rata ± SD sebesar 15±0,1 dan konsentrasi 5% sebesar 25,66 ± 0,8. Kekuatan
proteksi dari semua formula termasuk dalam kategori ultra (?15).
Kesimpulan: Konsentrasi nanoemulsi minyak biji labu kuning berpengaruh
terhadap ukuran partikel, stabilitas dan nilai SPF sediaan sunscreen spray gel
nanoemulsi minyak biji labu kuning.