Abstract :
Sumber antioksidan alami salah satunya dapat ditemukan pada
minyak biji labu kuning, karena mengandung asam lemak tak jenuh, karotenoid,
flavonoid, dan polifenolat. Minyak biji labu kuning dibuat sediaan nanoemulgel
untuk meningkatkan efektivitas terapeutik sehingga dapat menangkal radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi
nanoemulgel minyak biji labu kuning yang memenuhi sifat fisik, stabil dan
memiliki aktivitas antioksidan.
Metode: Penelitian eksperimental meliputi formulasi nanoemulsi minyak biji labu
kuning menjadi nanoemulgel dengan seri konsentrasi formula 1 (3%) dan formula
2 (6%), uji karakteristik fisik, stabilitas dan aktivitas antioksidan dengan metode
DPPH. Data dianalisis menggunakan SPSS Versi 26.
Hasil: Hasil karakteristik fisik nanoemulsi minyak biji labu kuning yaitu ukuran
partikel 181,8 nm, PDI 0,610, pH 6,22. Hasil karakteristik fisik nanoemulgel yaitu
organoleptis bentuk semi padat, tidak berbau, warna putih keruh, homogen, pH
formula 1 (6,17±0,567); formula 2 (6,15±0,075), viskositas formula 1
(4452±0,086 cP); formula 2 (8916±0,748 cP), daya sebar formula 1 (3,74±0,19
cm); formula 2 (3,43±0,240 cm), daya lekat formula 1 (6,66±1,154 detik);
formula 2 (8,6±0,23 detik), uji sentrifugasi tidak memisah, namun mengalami
sineresis dan hasil cycling test kurang stabil. Hasil IC 50 Vitamin C 11,163 ppm,
minyak biji labu kuning 11,452 ppm, nanoemulsi minyak biji labu kuning 12,729
ppm, nanoemulgel formula 1 (22,902±0,791 ppm); formula 2 (18,057±0,872
ppm).
Kesimpulan: Konsentrasi nanoemulsi minyak biji labu kuning berpengaruh
terhadap aktivitas antioksidan, organoleptis, viskositas, daya lekat, sineresis dan
daya sebar, tetapi tidak berpengaruh pada nilai pH, homogenitas, sentrifugasi
sediaan nanoemulgel.