Abstract :
Latar Belakang : Thalasemia adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh
kurangnya sintesis rantai polipeptid yang menyusun rantai globin dan hemoglobin.
Menurut penelitian sebelumnya terdapat hubungan kadar feritin dalam darah akibat
tranfusi berulang sehingga menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti limpa, hati
dll pada pasien thalasemia RSUP Dr.Kariadi Semarang. Salah satu faktor
pengendalian thalasemia ialah dengan mengonsumsi obat kelasi. Kepatuhan
pemberian obat kelasi oleh ibu pada anak thalasemia dapat mempengaruhi kualitas
hidup anak. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian obat kelasi besi pada anak
thalasemia di Poli Hematologi Onkologi Anak RSUP Dr. Kariadi.
Metode : Jenis penelitian ini adalah pene;itian kuantitatif desain penelitian analitik
dengan pendekatan cross sectional dan teknik sampling yaitu accidental sampling
dengan kriteria yang ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang
memiliki anak thalasemia. Sampel yang digunakan sebanyak 53 responden.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence
Scale) dan kuesioner pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan petugas
kesehatan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Ada hubungan antara tingkat pendidikan (p value = 0,000), pengetahuan (p
value = 0,014), dukungan keluarga (p value = 0,041). Tidak ada hubungan antara
dukungan petugas kesehatan (p value = 0,506) dengan kepatuhan ibu dalam
pemberian obat kelasi besi
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan
keluarga dengan kepatuhan ibu dalam pemberian obat kelasi besi pada anak
thalasemia.
Kata Kunci: Tingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan
petugas kesehatan, kepatuhan ibu, thalasemia.