Abstract :
Minyak biji anggur mengandung metabolit sekunder yaitu
flavonoid, asam fenolik, antosianin, asam lemak, asam amino, vitamin, turunan
stilbene. Kandungan senyawa minyak biji anggur dapat memperlambat proses
penuaan dan melindungi sel dari oksidasi radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk
memformulasikan minyak biji anggur, evaluasi karakteristik fisik dan aktivitas
antioksidan serum nanoliposom minyak biji anggur (Vitis vinifera L.Seed Oil).
Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimental
laboratorium dengan memformulasikan nanoliposom minyak biji anggur (Vitis
vinifera L.Seed Oil) sebagai serum dengan bobot nanoliposom minyak biji anggur
6,25 gram (F1) dan 12,5 gram (F2). Uji karakteristik fisik ditinjau dari organoleptis,
homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, sentrifugasi. Data dianalisis
menggunakan anova satu jalur melalui software SPPS versi 26.
Hasil: Uji karakteristik fisik serum nanoliposom minyak biji anggur (Vitis vinifera
L.Seed Oil) memiliki bentuk semi solid, berwarna putih, bau khas aloe vera dan
homogen. pH serum memiliki rentang 4,5-8, viskositas memiliki rentang 800-3.000
cP, daya sebar memiliki rentang 5-7 cm dan daya lekat lebih dari 1 detik. Nilai IC50
serum nanoliposom minyak biji anggur (Vitis vinifera L.Seed Oil) formula 1 sebesar
91,35189 ± 1,7498 ppm dan formula 2 sebesar 58,51323 ± 2,7763 ppm. Keduanya
termasuk kategori antioksidan kuat.
Kesimpulan : Perbedaan bobot nanoliposom mempengaruhi karakteristik fisik
berupa organoleptis (warna), pH, viskositas dan daya sebar, tetapi tidak
berpengaruh pada daya lekat dan sentrifugasi. Perbedaan bobot nanoliposom
mempengaruhi aktivitas antioksidan serum secara signifikan.