Abstract :
Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang
memiliki tingkat produksi dan konsumsi rokok yang tinggi. Berdasarkan WHO
sekitar 21 juta remaja berusia 13-15 tahun menjadi perokok pada tahun 2020.
Jumlah perokok ini mengakibatkan terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak
menular, seperti hipertensi, serangan jantung, stroke, penyakit paru, kanker dan
lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku merokok pada remaja di SMP Negeri 1 Bandungan Kabupaten
Semarang
Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei analitik,
dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan univariat dan
bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Sampel dalam penelitian
ini sebanyak 175 remaja laki-laki dipilih menggunakan teknik pusposive sampling.
Hasil: Remaja yang merokok memperoleh dukungan dari orang tua ada sebanyak
70,8%, sedangkan yang tidak memperoleh dukungan sebanyak 32,9% dengan p
value = 0,0001. Remaja yang merokok memperoleh dukungan dari teman sebaya
ada sebanyak 86,0%, sedangkan yang tidak memperoleh dukungan sebanyak 43,2%
dengan p value = 0,0001 dan remaja yang paling banyak terpapar iklan rokok
dengan kategori rendah sebanyak 56,6% yang merokok, sedangkan yang terpapar
iklan rokok dengan kategori tinggi sebanyak 48,4% dengan p value = 0,374.
Simpulan: Ada hubungan antara dukungan orang tua, dukungan teman dengan
perilaku merokok pada remaja di SMP Negeri 1 Bandungan Kabupaten Semarang,
dan tidak ada hubungan antara paparan iklan rokok dengan perilaku merokok pada
remaja di SMP Negeri 1 Bandungan Kabupaten Semarang
Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, Dukungan Teman sebaya, Paparan Iklan
Rokok