Abstract :
Kepatuhan terhadap pengobatan diabetes melitus memiliki
peran krusial dalam mencapai keberhasilan pengobatan. Salah satu faktor yang
memengaruhi kepatuhan adalah dukungan keluarga.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan dukungan
keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien (DMT2) di Puskesmas Bringin
dan Puskesmas Bawen.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan
desain cross-sectional, melibatkan 127 responden pasien prolanis (DMT2).
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen
pengukuran dukungan keluarga menggunakan kuesioner Adaptation, Partnership,
Growth, Affection, and Resolve (APGAR) keluarga dan kepatuhan pengobatan
menggunakan kuesioner Morisky, Green, and Levine Medication Adherence
Questionnaire (MGL MAQ). Analisis data korelasional menggunakan uji chi-
square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden
sebagian besar berumur 56-65 tahun, perempuan, berpendidikan SD, menderita
diabetes ? 5 tahun, dan dirawat oleh suami atau istri. Dari hasil kategori dukungan
keluarga, sebagian besar mendapatkan dukungan baik (79,5%). Kategori tingkat
kepatuhan minum obat menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat
kepatuhan tinggi (81,9%). Analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar
0,002 < ? (0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan
keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kekuatan hubungan rendah (nilai C =
0,270).
Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki korelasi yang signifikan dengan
kepatuhan minum obat pasien (DMT2). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya
peran keluarga dalam mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.