Abstract :
Latar Belakang: TPA Blondo berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir sampah
dan juga sumber mata pencaharian pemulung. Pemulung adalah pekerja yang
berisiko mengalami keluhan MSDs karena pekerjaan fisik yang berat, berulang dan
postur kerja yang buruk cenderung membungkuk. Berdasarkan data dari Puskesmas
Bawen, 45% dari 73 pemulung mengalami gangguan nyeri otot, sendi. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan postur
kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pemulung
TPA Blondo. Sampel penelitian sebanyak 65 pemulung menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan timbangan digital,
microtoice, kuesioner Nordic Body Map dan lembar REBA. Analisis data penelitian
menggunakan uji mann-whitney dan rank spearman.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan
MSDs (p=0,003), ada hubungan antara umur dengan MSDs (p=0,001; ?=0,396),
ada hubungan antara masa kerja dengan MSDs (p=0,024; ?=0,279), tidak ada
hubungan antara status gizi dengan MSDs (p=0,988; ?=0,002), ada hubungan
antara postur kerja dengan MSDs (p=0,000; ?=0,593).
Simpulan: ada hubungan antara umur, jenis kelamin, masa kerja dan postur kerja
dengan keluhan musculoskeletal disorders dan tidak ada hubungan antara status
gizi dengan keluhan musculoskeletal disorders.
Kata Kunci: Musculoskeletal disorders, Karakteristik individu, postur kerja